Skip to main content

Kendali nyala / padam peralatan listrik dengan SENSOR LM35




0
Artikel ini akan membahas cara on / off peralatan listrik secara otomatis menggunkan sensor suhu LM 35


Pada kesempatan kali ini kita akan membuat sebuah rangkaian sederhana yang dapat mengendalikan start-stop FAN, yang biasanya digunakan sebagai sebuah pendingin suatu system. Misalnya FAN dipasang pada sebuah BOX yang didalamnya terdapat beberapa rangkaian elektronika yang membutuhkan pendinginan, atau mungkin juga dipasang pada Heat Sink yang digunakan untuk mendinginkan IC atau Transistor.

Rangkaian hanya terdiri dari dua buah penguat op_amp yang banyak sekali dijumpai di toko-toko elektronik. Harganya juga sangat terjangkau, tentu saja akan menghemat isi dompet kita. Bila dibandingkan dengan IC mikrokontroler harganya jauh lebih murah.
Gambar 1 adalah sebuah op_amp non inverting dengan IC LM358. Penguatannya sebesar:


R3 dan C2 terangkai secara seri pada input non inverting bertujuan untuk menjaga kestabilan sinyal output dari LM35, ini sesuai dengan datasheet LM35. Sebelum R4 bisa juga ditambahkan rangkaian lowpass filter untuk menghilangkan nois. R1 dan D1 untuk menjaga kestabilan tegangan supply LM358.



Gambar 1. Op_amp non inverting
Gambar 2 adalah rangkaian comparator menggunakan IC op_amp 741. R7 dan D2 digunakan untuk menjaga kestabilan tegangan supply IC 741. Sengaja tegangan dibuat 6,2 Volt agar tegangan maksimum dari output 741 kira-kira 5 Volt yaitu setengah dari tegangan maksimum output LM358. Hal ini bertujuan untuk mempermudah pengaturan START STOP saat tuning nanti. Tegangan supply IC 741 tidak harus 6,2 Volt, kita bisa menggantinya sesuai dengan keinginan kita, yang penting tegangannya kurang lebih setengah dari tegangan suppy IC LM358. P3 digunakan untuk mengatur tegangan referensi. R5 , R6 dan P2 digunakan untuk mengatur waktu START. R8 dan P4 digunakan untuk mengatur waktu STOP. Sedangkan transistor dan lampu hanya contoh, bisa diganti dengan FAN atau yang lainnya. Untuk mendapatkan arus kendali yang besar, Q1 diganti dengan transistor yang memiliki kapasitas arus yang lebih besar, bisa juga mengunakan transistor darlington.

Gambar 2. Op_amp comparator
Jika tegangan pada input non inverting lebih rendah dari tegangan input inverting, maka output akan akan mengeluarkan level tegangan yang rendah mendekati 0 Volt. Dan jika tegangan pada input non inverting lebih tinggi dari tegangan input inverting, maka output akan akan mengeluarkan level tegangan yang tinggi mendekati tegangan supply.
Cara setting ON OFF
1. Tentukan batas maksimum pengukuran dari LM35. Missal kita menginginkan 100°C. setiap kenaikan 1°C, tegangan LM35 akan naik sebesar 10mV. Jika temperature 100°C, maka LM35 akan mengeluarkan tegangan 1V.
2. Ganti LM35 dengan potensio, lihat gambar 3. Putar-putar potensiometer sampai mengeluarkan tegangan 1V.


Gambar 3. Potensio
3. Putar P1(lihat Gambar 1) sampai output dari IC LM358 mengeluarkan tegangan 8V.
4. Misalkan kita menginginkan waktu START pada temperature 60°C dan waktu STOP pada temperature 50°C. Pada temperature 50°C LM35 mengeluarkan tegangan 500mV dan pada temperature 60°C LM35 mengeluarkan tegangan 600mV.
5. Untuk mengatur tegangan referensi terlebih dahulu kita atur potensio pengganti LM35 sampai mengeluarkan tegangan 500mV, seolah-olah LM35 pada temperature 50°C, yaitu waktu STOP. Lihat tegangan output dari LM358, misal mengeluarkan tegangan 4V. atur P3 sampai mengeluarkan tegangan 2V, yaitu setengah dari output LM358.
6. Mengatur waktu START dengan memutar P2. Putar potensio pengganti LM35 sampai mengeluarkan tegangan 600mV, seolah-olah LM35 pada temperature 60°C, yaitu waktu START. Putar pelan-pelan P2 mulai dari posisi minimum sampai lampu/FAN nyala.
7. Putar kembali potensio pengganti LM35 sampai mengeluarkan tegangan 500mV. Kemudian putar pelan-pelan P4 mulai dari posisi minimum sampai lampu/FAN mati.
8. Pengaturan waktu START STOP tidak cukup dilakukan hanya satu kali saja, harus diulangi beberapa kali, hal ini membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Ulangi langkah no.6 dan 7 sampai waktu START STOP sesuai dengan yang kita inginkan. Semakin banyak pengulangan langkah no.6 dan 7 maka semakin baik hasil yang didapat.
9. Selamat mencoba.



Comments

Popular posts from this blog

Pengertian Op-amp (operational Ampllifier)

Berikut ini adalah artikel mengenai Op Amp :

Op-amp merupakan rangkaian penguat operasional yang mampu mendeteksi serta memperkuat sinyal baik DC maupun AC dengan penguatan yang mendekati ideal. Rangkaian ini dibangun atas elemen-elemen transistor, resistor, dan kapasitor. Op-amp memerlukan catudaya positive dan negative.

Penguatan Open-loop
Op-amp idealnya memiliki penguatan open-loop (AOL) yang tak terhingga. Namun pada prakteknya op-amp semisal LM741 memiliki penguatan yang terhingga kira-kira 100.000 kali. Sebenarnya dengan penguatan yang sebesar ini, sistem penguatan op-amp menjadi tidak stabil. Input diferensial yang amat kecil saja sudah dapat membuat outputnya menjadi  saturasi.
Unity-gain frequency
Op-amp ideal mestinya bisa bekerja pada frekuensi berapa saja mulai dari sinyal dc sampai frekuensi giga Herzt. Parameter unity-gain frequency menjadi penting jika op-amp digunakan untuk aplikasi dengan frekuensi tertentu. Parameter AOL biasanya adalah penguatan op-amp p…

SMS controller dengan mirkokontroller + Bascom AVM , AT Mega16, modem Wavecom Fastrack M1206B

berikut ini adalah contoh aplilaksi mikrokontroler dalam kehidupan sehari hari... mikrokontroller dapat dipergunakan dalam automatisasi waktu nyala / padam nya peralatan listrik, pengaman rumah / tambak/ kebun dan sebagaianya

Dalam artikel ini, akan dibahan mengenai aplikasi mikrokontroller sebagai pengendali peralatan listrik dengan SMS

Aplikasi yang akan kita buat ini berfungsi untuk meng ON-OFF kan pin ouput microcontroller melalui SMS.
Pin-pin output yang kita gunakan adalah PORTC yang sudah terhubung ke LED. Untuk men ON-OFF kan ouput, format sms yang harus dikirm #CMD.
Isi CMD merupakan data biner 4bit, misal:
#1111 (PORTC.0--PORTC.3 ON semua) #0001 (hanya PORTC.0 yang ON) #0111(hanya PORTC.3 yang OFF) dst. Untuk input kita gunakan tombol yang terhubung ke PIND.2, saat tombol di tekan microcontroller akan mengirim SMS “PIND.2= ON”.
Dalam aplikasi kita akan menggunakan LCD, RS232 dan interrupt jadi sebelum mencoba artikel ini simak dahulu artikel tentang LCD, RS232…